TINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA TERHADAP KESEHATAN DAN COVID19 MENGGUNAKAN MODEL TEACHING PERSONAL SOCIAL RESPONSIBILITY


Pembelajaran jarak jauh saat ini (PJJ) masih menemui banyak kendala khususnya pada mata pelajaran pendidikan jasmani, banyak siswa yang kurang bertanggung jawab terhadap protocol kesehatan dan tugas gerak yang diberikan guru, kurangnya kedisiplinan, rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa, kendala tersebut bisa diatasi dengan penggunaan model pembelajaran  dan inovasi media pembelajaran yang tepat,   salah satunya yaitu model Teaching Personal Social Responsibility. (Hellison, 2002) menyatakan “TPSR merupakan model yang cocok diterapkan ketika banyak siswa disekolah yang mengalami masalah kedisiplinan, sudah banyak para praktisi pendidikan membuktikan dengan penggunaan metode ini siswa menjadi semakin disiplin dan lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Sikap tanggung jawab bisa didapatkan melalui desain pembelajaran yang direncanakan secara matang. Model Helison ini bisa digunakan untuk semua jenjang mulai dari Sekolah Dasar, SMP dan SMA”.  

Don Hellison (1995), memaparkan mengenai pengembangan rasa tanggung jawab pribadi menjadi 4 level/ tingkatan yaitu level 0 Tidak bertanggung jawab, level 1 kontrol  diri, level 2 keterlibatan, level 3 tanggung jawab pribadi, level 4 kepedulian. Tetapkan kepada siswa bahwa mereka harus sampai pada target level 3 dan atau level 4

                                             

                             Catatan:    Disesuaikan dari  Personal Social Responsibility By Hellison (1995)

Terdapat tujuh strategi pembelajaraan dalam hellison dan saya modifikasi sesuai dengan keadaan pandemic covid19, dalam mengajar tanggung jawab pribadi melalui dalam pembelajaran pendidikan jasmani yaitu :

1.    Teacher Talks and Awarness Talks (Penyadaran). Guru menjelaskan mengenai definisi dan contoh sikap tanggung jawab terhadap menjaga kebugaran dan aware terhadap penyakit covid19, memberikan penyadaraan setiap tahapan yang akan dilakukan baik secara kognitif maupun pengalaman, mengarahkan momen-momen penting dalam pembelajaran.

2. Conseling Time. Waktu yang diberikan kepada siswa untuk berkonsultasi apabila ada yang mengalami kesulitan. Memberikan kesempatan atau meminta siswa untuk memberikan pendapat tentang hal yang berhubungan dengan pembelajaraan.

3.      Group Talk. Adanya diskusi dengan teman kelompok secara online melalui grup whatsapp untuk membahas segala hal yang ada dalam proses pembelajaran termasuk menentukan solusi dari permasalahan yang muncul.

4.      Modelling. Memberikan contoh contoh perilaku pada setiap perkembangan.

5.  Reinformance. Guru memberikan penguatan pada setiap sikap yang dilakukan siswa yang berhubungan dengan tahap perkembangan sikap.

6.  Throught Reflection. Memberikan waktu kepada siswa untuk merefleksi apa yang telah dilakukannya dalam hal perilaku tanggung jawab terhadap dirinya dan lingkungannya.

7.      Specifik Level-Related Strategies. Kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan interaksi dengan tahapan yang sedang dijalani, dengan menetapkan target yang harus dicapai siswa yaitu berada di level 4.

Kunci dari penerapan model Teaching Personal Social Responsibility adalah pada kerjasama guru dengan orangtua siswa, karena dalam dalam pelaksanaan assesmen guru tidak hanya mengandalakan self check assessment, dan penilaian rekan sejawat tapi lebih kepada penilaian dan pengawasan orangtua di rumah. Dengan model pembelajaran Teaching Personal Social Responsibility pada pembelajaran pendidikan jasmani memberikan pembelajaran yang berbeda. Siswa menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab pada kesehatan dan lebih peduli/aware terhadap permasalahan covid19.

1 comment:

  1. The Magic Kingdom Casino | Jtm Hub
    The Magic Kingdom Casino is 의왕 출장샵 a casino and entertainment venue in Kings Mountain, 전라북도 출장마사지 Minnesota, United States with a 안동 출장마사지 100,000 square foot 안동 출장마사지 gaming space, 571 gaming 안동 출장마사지

    ReplyDelete

Theme images by nicodemos. Powered by Blogger.