Permainan Balompongan


Equipment :  
  • Bola Kasti
  • Pemukul
  • Area 15 m x 15 m 
Outcome : 
  • Mengembangkan Kemampuan dalam melempar, memukul, kerjasama dan komunikasi



  •  Permainan Underground Shoot

Permainan ini adalah permainan melemparkan bola dengan cara menyusur tanah ke sasaran.
Permainan anak-anak Belompongan atau Begelompong berasal dari kata Belompong atau yang artinya menggelinding, karena dalam bagian permainan ini ada yang harus menggelindingkan bola ke arah tonggak. Belompongan merupakan salah satu permainan anak-anak yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, jelasnya berasal dari Lombok. Pada awalnya dahulu, permainan ini merupakan aktivitas untuk mengisi waktu senggang setelah menyelesaikan kegiatan sehari-hari dan biasanya dimainkan pada siang atau sore hari. Alat yang digunakan sebagai bola adalah buah jeruk muda yang sebesar bola tenis, karena kondisi buah keras maka untuk melunakan agar tidak berbahaya jeruk tersebut terlebih dahulu dibakar dalam sekam. Selain jeruk dapat pula digunakan kulit pisang kering yang digulung-gulung membentuk bola lalu diikat ini biasa disebut Keraras atau dapat pula dibuat dari sobekan kain bekas yang digulung-gulung lalu diikat.

A. Struktur
Siswa dibagi menjadi 4 kelompok, setiap kelompok berjumlah 5 orang, siswa melempar bola dengan cara menyusur tanah atau underground ke sasaran,  jika lemparan itu mengenai sasaran, maka siswa berhak menyusun puzzle. Jarak Pelempar ke sasaran adalah  9 Meter atau bisa juga di modifikasi. Setelah melakukan lemparan siswa kembali lagi ke barisan kelompoknya terus sampai puzzle tersusun. Kelompok yang paling cepat menyusun puzzle dinyatakan sebagai pemenangnya.


B. Cara Bermain
 Buatlah lapangan permainan dan sesuaikan dengan luas lapangan yang tersedia dan kemampuan/kecapakan siswa. Buat garis batas permainan dengan kapur atau lainnya yang tidak membahayakan siswa. Lapangan permainan tersebut dibagi menjadi dua bagian yang sama luasnya dengan cara membuat garis tengah atau pemisah, bagian pertama untuk Pihak Pemukul dan bagian kedua untuk Pihak Penjaga. Pada bagian untuk Pemukul dibuat patok dari batu atau bata dalam kondisi berdiri, yang jaraknya dapat dibuat kira-kira dari garis pemisah. Seluruh siswa dibagi menjadi dua regu dengan jumlah yang sama banyak. Guru menunjuk dua orang siswa dari kedua regu sebagai ketua regu. Masing-masing ketua regu melakukan undian dengan suit, yang menang menjadi Pihak Pemukul dan yang kalah menjadi Pihak Penjaga. Setelah siap masing-masing regu memasuki arena permainan. Permainan dapat dimulai dengan Pihak Pemukul berdiri di belakang Patok dan Pihak penjaga berada di muka garis pemisah menyebar di seluruh arena. Pihak Pemukul mulai memukul bola, bola hanya dapat dipukul dengan tangan dan Pihak penjaga harus berusaha menangkap dan kemudian melempar bola tersebut ke arah patok. Cara melempar patok adalah dengan menggelindingkan bola, jika patok terkena berarti pemain yang memukul tersebut mati. la lalu dapat digantikan dengan pemain berikutnya. Dalam permainan ini selain melempar patok, pemain dapat dikatakan mati jika Pihak penjaga dapat menangkap bola secara langsung (tidak menyentuh tanah tertebih dahulu) atau pukulan yang dilakukan oleh Pihak pemukul tidak dapat melewati garis tengah. Pergantian pemain dapat dilakukan bila seluruh pemain dari regu Pemukul telah mati sebelum menyelesaikan semua tahap/jenis pukulan atau Pihak penjaga dapat menangkap bola tiga atau lebih (sesuai dengan perjanjian) dalam satu tahap permainan.
Peraturan yang berlaku dalam semua jenis pukulan, yaitu jika pada setiap jenis pukulan tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan bola mati. Maka pukulan dapat dilanjutkan dengan pukulan berikutnya. Jika Pemukul pertama mati dapat diganti oleh pemain lainnya. Seorang pemukul mati mungkin karena bola tidak dapat melewati garis atau pengembalian bola oleh Pihak Penjaga dapat menyentuh patok. Dapat juga pemukul mati karena pada waktu terjadi bola goncang, yaitu bola dapat  ditangkap oleh penjaga setelah melenting satu kali. Jika terjadi demikian bola harus dikembalikan oleh pemukul ke arah dalam dengan cara menggocang-goncangkan terlebih dahulu, baru dipukul dengan salah satu tangan. Dan Pihak penjaga berusaha untuk menangkapnya, jika tertangkap maka pemukul tadi dianggap mati. Apabila tidak terjadi hal-hal di atas barulah pemukul pertama dapat melanjutkan pukulan berikutnya. Kalau terjadi penggantian pemukul, maka pemukul berikutnya akan melanjutkan pemukulan dari mana pemukul terdahulu mati. Pemukul yang mati tetap berfungsi menjaga kemungkinan pengambilan bola goncang oleh penjaga, tetapi mereka kehilangan hak untuk memukul. Pemenang dalam permainan ini adalah setiap regu yang dapat menyelesaikan semua jenis pukulan, jika sernua jenis pukulan dapat diselesaikan baik oleh satu regu atau beberapa orang. Untuk yang kalah Guru dapat memberikan hukuman berupa jalan bebek atau loncat katak, dan untuk jaraknya ditentukan dengan cara ketua regu Pihak Pemenang menendang bola sejauh-jauhnya atau berdasarkan perjanjian sebelumnya.

C. Cara Memukul
Dalam permainan Belompongan ada 5 jenis pukulan yang harus dilaksanakan,
1.      Andang mundi, yang berarti menghadap ke belakang. Pukulan ini dilakukan dengan berdiri membelakangi pihak penjaga. Caranya bola dipegang dengan dua atau satu tangan lalu dilempar ke atas kemudian dengan satu tangan dipukul kencang di atas kepala.
2.      Andang julu, berarti menghadap ke muka. Pukulan dilakukan oleh Pihak penjaga. Pukulan kedua ini ada 2 macam, yaitu dengan tangan kiri dan dengan tangan kanan. Cara melakukannya dengan jalan melempar bola ke atas dulu baru dipukul. Jika tangan kiri melempar, maka tangan kiri pula yang harus memukul. Demikian juga berlaku untuk tangan kanan.
3.      Nepak dada, berarti menepuk dada. Pukulan ini dilakukan menghadap ke Pihak penjaga, caranya bola dilemparkan ke atas dan sementara bola masih melambung pemukul harus dapat menepuk dada terlebih dahulu, baru memukul
4.      Telunjuk ingkang, berarti berkacak pinggang. Caranya bola dilempar keatas, sementara bola melambung. pemukul harus menggunakan kesempatan itu untuk berkacak pinggang, baru memukul bola.
5.      Ngengacut, berarti menendang. Caranya bola dilempar ke atas lalu ditendang.

No comments

Theme images by nicodemos. Powered by Blogger.